
Bismillah.
Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam, yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, hanya kepadanya saja segala pujian diberikan. Dia sang pemberi Hidayah bagi siapa saja yang ia kehendaki, Sang pemberi kebaikan dengan menurunkan cahaya-cahaya ilmu guna menerangkan kebenaran, memberikan kejelasan akan segala keutamaan di dunia dan akhirat.
Berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupku membawaku kedalam perenungan yang sangat dalam. Aku bergulat dengan diriku sendiri mempertanyakan banyak sekali hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Dalam dunia komunikasi, ini yang disebut dengan komunikasi intrapersonal (komunikasi dengan diri sendiri). Bagi seorang introvert tulen, justru mungkin komunikasi ini yang paling saya lakukan. Ya benar, komunikasi dengan diriku sendiri. Mencari jawaban, mencari kebenaran.
Takdir Allah juga lah yang menetapkan aku terlahir sebagai seorang yang sangat idealis. Sebuah kenyataan yang memiliki beberapa kosekuensi. Bagaimana tidak? dunia saat ini benar-benar sudah dipenuhi oleh banyak fitnah, dunia sudah sangat berbeda dengan apa yang seharusnya. Idealisme telah mati. Kini manusia di dunia hanya memuji pragmatisme, sebuah keuntungan sementara, hasil ketidaksabaran dan ketidaktahuan atas petunjuk dari ayat-ayat Quran. Tidak kah mereka memperhatikan Quran surat (6) Al-Anam ayat ke-32 berikut ini:
"Dan tiada kehidupan dunia ini kecuali permainan dan bersenda gurau belaka. Dan sesungguhnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang takwa. Apakah kamu tidak berakal?"
Sungguh benar perkataan Allah dalam ayat tersebut namun yang menjadi kenyataan di dunia ini adalah manusia telah benar-benar cinta kepada dunia sehingga mereka kehilangan akal. Benar-benar dunia adalah penipu ulang, ia membuat korbannya tertipu bahwa sebenarnya ada kehidupan yang lebih baik yaitu kehidupan akhirat kelak setelah manusia melewati fase kematian.
Ini yang membawaku pada konsep manusia langit. Bukan pendeklerasiaan bahwa diriku adalah manusia langit, bukan itu, tetapi ini hanya pemberontakan dari diriku atas manusia-manusia dunia yang sudah larut pada kesenangan dunia, mereka lupa, ada yang sudah tahu tapi berusaha melupakan sejenak karena begitu nikmatnya keindahan yang ada pada dunia ini. Dan bagi mereka yang telah datang pengetahuan agama kepadanya namun masih mendutaskan ayat-ayat Quran demikian karena diberi kelapangan harta dan kesehatan, sungguh mereka benar-benar mengambil resiko yang besar. Usia kita di dunia ini tidak ada yang tahu, bisa jadi mereka dipanggil Allah terlebih dahulu sebelum bertobat. Sungguh Allah Maha Mengetahui.
Note: Saya pun masih sering tertipu dengan segala kenikmatan duniawi, yuk teman-teman kita semua berusaha menjadi manusia langit supaya kita tidak merasa betah hidup di dunia yang fana ini.
Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam, yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, hanya kepadanya saja segala pujian diberikan. Dia sang pemberi Hidayah bagi siapa saja yang ia kehendaki, Sang pemberi kebaikan dengan menurunkan cahaya-cahaya ilmu guna menerangkan kebenaran, memberikan kejelasan akan segala keutamaan di dunia dan akhirat.
Berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupku membawaku kedalam perenungan yang sangat dalam. Aku bergulat dengan diriku sendiri mempertanyakan banyak sekali hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Dalam dunia komunikasi, ini yang disebut dengan komunikasi intrapersonal (komunikasi dengan diri sendiri). Bagi seorang introvert tulen, justru mungkin komunikasi ini yang paling saya lakukan. Ya benar, komunikasi dengan diriku sendiri. Mencari jawaban, mencari kebenaran.
Takdir Allah juga lah yang menetapkan aku terlahir sebagai seorang yang sangat idealis. Sebuah kenyataan yang memiliki beberapa kosekuensi. Bagaimana tidak? dunia saat ini benar-benar sudah dipenuhi oleh banyak fitnah, dunia sudah sangat berbeda dengan apa yang seharusnya. Idealisme telah mati. Kini manusia di dunia hanya memuji pragmatisme, sebuah keuntungan sementara, hasil ketidaksabaran dan ketidaktahuan atas petunjuk dari ayat-ayat Quran. Tidak kah mereka memperhatikan Quran surat (6) Al-Anam ayat ke-32 berikut ini:
"Dan tiada kehidupan dunia ini kecuali permainan dan bersenda gurau belaka. Dan sesungguhnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang takwa. Apakah kamu tidak berakal?"
Sungguh benar perkataan Allah dalam ayat tersebut namun yang menjadi kenyataan di dunia ini adalah manusia telah benar-benar cinta kepada dunia sehingga mereka kehilangan akal. Benar-benar dunia adalah penipu ulang, ia membuat korbannya tertipu bahwa sebenarnya ada kehidupan yang lebih baik yaitu kehidupan akhirat kelak setelah manusia melewati fase kematian.
Ini yang membawaku pada konsep manusia langit. Bukan pendeklerasiaan bahwa diriku adalah manusia langit, bukan itu, tetapi ini hanya pemberontakan dari diriku atas manusia-manusia dunia yang sudah larut pada kesenangan dunia, mereka lupa, ada yang sudah tahu tapi berusaha melupakan sejenak karena begitu nikmatnya keindahan yang ada pada dunia ini. Dan bagi mereka yang telah datang pengetahuan agama kepadanya namun masih mendutaskan ayat-ayat Quran demikian karena diberi kelapangan harta dan kesehatan, sungguh mereka benar-benar mengambil resiko yang besar. Usia kita di dunia ini tidak ada yang tahu, bisa jadi mereka dipanggil Allah terlebih dahulu sebelum bertobat. Sungguh Allah Maha Mengetahui.
Note: Saya pun masih sering tertipu dengan segala kenikmatan duniawi, yuk teman-teman kita semua berusaha menjadi manusia langit supaya kita tidak merasa betah hidup di dunia yang fana ini.
No comments:
Post a Comment